catatan copyNASAPALA GOES TO SOLO ( N G T S )
PART 1

6 juni 2013

Tanggalan waktu pada jam sudah menunjukan tanggal 6 juni 2013,pagi ini adalah persiapan semua anggota berangkat menuju ke kota Surakarta atau yang akrab kita kenal dengan sebutan kota SOLO , sebenarnya bukan semua anggota yang dimaksud , Cuma beberapa saja . tepatnya 6 orang kami berangkat pada tanggal 6 pula dan itu bukan suatu kesengajaaan , karena awalnya kami semua yang terdaftar adalah 9 orang ,tapi ditengah persiapan, mendadak ada anggota yang tidak bisa berangkat karena hal sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya ,baiklah ,mereka ighi ,borip dan 1 tamu lain tidak dapat ikut bukan jadi penghalang atau penurun semangat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan. Lain waktu mereka pasti bisa melakukan perjalanan lagi bersama-sama.
Jam 8 tepat berangkat menuju stasiun Depok Lama dari basecamp yang bertempat di kp.PondokTerong , butuh 20 menit untuk tiba di stasiun dari basecamp , berangkat dengan KRL AC seharga 8 ribu per tiketnya kereta melesat menuju stasiun Kota yang menjadi pangkalan Kereta yang akan mengantar kami ke SOLO ,Terpulas didalam kereta sepanjang perjalanan ke stasiun kota kami memang sangat menikmati kondisi didalam kereta ,terhitung sejak semalaman kami tidak tidur karena sibuk dengan berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk acara kali ini ,mulai dari mendata logistik , medis ,sampai spanduk dan plat yang kami gunakan untuk memberi himbauan dipuncak Lawu nanti kami kerjakan semuanya hari itu, yang terlelah adalah dimana harus mencutting sticker huruf sendiri … ahh menyiksa Leher dan jari saat itu , tengah malam dengan mata mengantuk sambil memegang pisau cutter berusaha tidak melenceng dari jalur saat jari-jari penggenggam pisau meliuk membentuk huruf demi huruf untuk menjadi beberapa kata agar terbentuk 1 kalimat , Boim , Isin , Niam dan Ighi melakukannya dengan hati-hati agar tak banyak sticker yang terbuang karena salah potong atau tempel .
Berlanjut dalam perjalanan kami dikereta ,tak terasa sudah sampai di stasiun kota ,sambil menunggu hingga jam 11.30 untuk kedatangan kereta GayaBaru Malam Selatan diantara kami ada yang sibuk jalan-jalan ke sekitar kota Tua yang tak jauh dari stasiun . ada pula dari antara kami yang ikut ke kota hanya untuk menukar tiket pembatalan karena tidak jadi ikut , ighi dan borip dengan ditemani ghopur saat itu menuju loket tempat dimana tiket dapat ditukarkan ,dengan syarat 25% uang tidak dapat kembali,itu sudah aturannya ,ya memang itu harus mereka relakan .
Tepat tengah hari dengan panas terik kami menyusuri peron jalur 9 tanpa peron tinggi dan atap , sungguh akan sangat kesulitan bagi para penumpang yang memiliki banyak barang bawaan untuk diangkut kedalam kereta dengan letak posisi pijakan kaki ke tangga kereta sangat jauh. Pemberhentian pertama kereta kami berhenti distasiun cirebon pada jam 3 sore , diluar jendela terlihat disana sedang terjadi pertukaran shift masinis yang akan mengantar kami sampai ke Jebres , berbeda dengan pemandanagn yang biasa kami lihat saat menaiki kereta diperkotaan , bangunan gedung ,rumah liar dipinggir rel biasanya itu yang terlihat di sepanjang jalur jabotabek , kini perjalanan yang kami lalui tidak melulu begitu , sawah dan gunung yang menghiasi jendela Gayabaru ini asri nan hijau suasana yang dirasa sambil sesekali disambar oleh hembusan pendingin udara didalam kereta ..hmm tek mau lepas pandangan dari jendela sedikit gambar diambil boim dengan Canon pocketnya , kesana kesini mencari sudut pandang yang bagus ,termasuk narsisnya isin dan gopur yang ingin sekali difoto saat itu didalam kereta…Jam 9 malam kereta sudah tiba di kota gudeg , mungkin taklama lagi sampai di SOLO , teman-teman yang lain sudah menginstruksikan untuk mengemasi dan menurunkan barang bawaan dari bagasi atas, gopur bilang sudah mau sampai , baiklah.. semua langsung bersemangat menyapkan diri….deru Roda pada rel kereta makin keras terdengar karena pintu pada persambungan gerbong mulai kami buka dan kami menunggu sebgian disana sambil merokok dan melongo ke luar pintu merasakan hempasan angin malam yang menabrak langsung ke wajah , gelap gulita diluar , pemandangan desa ala jawa yang sudah mulai terlelap , hanya lampu setitik sesekali terlihat disana ..setengah jam menunggu di pintu gerbong, dipikirnya boim sudah sampai , ahh ternyata belum …gerutunya dalam hati “boongin gua lu pur , katanya tadi udah mau sampai…ini gak nyampe-nyampe dari tadi , ya . Boim kena tipu sedikit oleh sobat yang agak sok tau ini , yasudahh..ternyata menggerutu dalam hati membawa perjalanan jadi lebih cepat sampai …sudah jam 10 malam, kami sampai juga di stasiun Solo Jebres , langsung kami melanjutkan dengan mobil yang biasa mengangkut para penumpang dengan mobil colt l300, deal dengan harga , tak pakai lama langsung kami sortir keril dan barang bawaan kedalam mobil, tempat yang kami tuju adalah seorang rekan kami yang tinggal di SOLO ,Sabar Gorky namanya biasa disebut disana dan di media…beliau memang sudah cukup terkenal dengan berbagai prestasinya . bukan hal prestasi yang semata dibanggakan , tapi keadaan kondisi tak sempurna itu yang menjadikan prestasinya sangat berkesan untuk orang-orang seperti dirinya …jauh akan lebih merasa sempurna dari manusia dengan organ tubuh yang utuh tapi tak berprestasi , disanalah letak keistimewaan dari rekan kami yang 1 ini , tak mau mengalah dengan keadaan menjadikan kami sebuah motivisai dalam mengartikan kehidupan , mas sabar memang buntung pada kaki kanannya , tapi semangatnya pantang buntung , menuju kediaman mas Sabar kami bergegas segera tak sabar menyapanya.diketuknya sebuah rumah gelap dengan pagar cukup tinggi , ijul bersalam memanggil penghuninya … sepertinya penghuni yang dicari sedang tidak ada dirumahnya “ mbaa.. mbaa leni…” buka memanggil nama mas Sabar tapi nama itu lagi sekali terulangi dipangillnya…akhirnya setelah berpikir negatif seperti bahwa orang yang dicari tak ada , keluarlah sesosok perempuan menyalakan lampu teras dan membuka pagar.. menyambut kami dengan hangat diudara malam kota solo yang cukup dingin kala itu , mempersilahkan masuk dan mengobrol hangat tentang perjalanan dari depok ke Solo… diesediakannya kamar dibelakang rumah mas sabar sebuah ruangan kontrakan kecil ,ada kasur dan televisi tersedia disitu… 4 orang kami menghiasi ruangan itu , kecil memang …hanya berukuran 3x 3 m tetap kami syukuri untuk bersinggah sementara. boim , gopur ,isin dan niam malam itu cukup terpulas tidur setelah kami ber 6 mencari santap malam di solo , ya , sebelum tidur kami memang mencari makan malam dulu untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tiba di stasiun Solo . hanya berjalan sekitar 10 menit ke sekitar UMS kami menemukan penjual pecel ayam …kami pesan 3 lele dan 3 potong ayam goreng dengan teh manis hangat untuk minumnya, santap dengan lahap seperti biasa menu makanan yang sudah siap tersaji , namanya anak muda jaman sekarang..makan pasti ada yang foto-foto dulu untuk dibagi ke jejaring sosial atau apalah namanya ..itu sih suka-suka kalian kan ?? asal ga ada yang dirugikan dan sopan.. amanlah mungkin itu prinsipnya …
Kenyang sudah ..tinggal bayar makan an nikmat ini , total ya mbaa.. ijul mendahulu ke tenda untuk bertanya jumlah yang harus kami bayarkan ….Rina dengan sejumlah uang rupiah mulai membayar setelah mengetahui jumlahnya, “murah yaa” katanya sambil membayar,, emang berapa ?? sambil tersentak karena keingin tahuan beberapa dari kami bertanya ke rina, 59 ribu semuanya , 3 lele 3 ayam + nasi dan sudah termasuk teh manis hangat ditambah pula tempe penyet 6 potong , kalau di kira-kira per-orangnya untuk makan malam itu tidak sampai 10 ribu , coba bandingkan di tempat kita di kota … makan dengan menu seperti tadi mungkin sudah diatas 10 ribu harganya , jelas sekali kan perbedaan harga pangan disini dengan ditempat besar di Jakarta ….hfft menguras kantong yang ada , kenyang m ungkin juga tidak ..

7 Juni
Waahhh sudah ganti hari rupanya , boim bangun pagi sekali dibantu dengan alarm ponselnya , tapi ke tiga rekan sekamarnya dari semalam ternyata belum ada yang tergolek bangun dari kasur…. jam 5 dan jam 6 sudah barulah mereka bangun , boim bergegas mandi agar nantinya tinggal packing dan tidak terburu-buru… gopur menemani rina untuk belanja kebutuhan logistik di pasar, kembalinya mereka dari pasar kami mulai packing ulang semua barang bawaan dan dilanjut bergantian sarapan… dibuat oleh mba leni ,sang istri dari mas Sabar …masakannya sangat nikmat… ada susu 1 teko hmmm tak disangka susu dalam teko itu ternyata susu murni asli dari sapinya langsung .. 1 dan 2 gelas rata-rata dari kami meneguknya , sambil menyomoti butiran makanan ringan yang dipiring , dikiranya adalah kacang tapi bukan , itu ternyata adalah jenis ubi-ubian yang ukurannya memang kecil seperti kacang . ada onde-onde juga … hmm sarapan kami terasa sangat besar pagi itu , tak ada satupun jenis makanan yang dilewati , semua mata yang melihat pasti akan mencicipi sedikit banyak yang ada agar tak penasaran hehee.. maklum , ini kan makanan didesa yang mungkin tak ada di kota atau kitasegan untuk memakannya .
Rapih dan kenyang… sudah saatnya kami menuju cemoro sewu , janjian dengan supir yang semalam mengantar kami dari statsiun , supir itu pun sudah mengontak hp ijul untuk sedia dijemput antar ke tawangmangu. Jam 10 kami berangkat dan tepat jam 12 siang kami tiba di cemoro sewu , masuk ke POS dan meletakkan barang-barang . yang laki-laki tak lupa sesampainya untuk menjalankan ibadahnya , karena hari itu adalah hari jumat , kami semua yang berangkat memang muslim dan menuju ke masjid terdekat saat itu , hanya Rina yang menunggu di POS untuk jaga barang-barang selama kami ke masjid. Air , rasanya kami tak sanggup menyentuh benda cair itu… arghh inikan untuk wudhu , untuk shalat memang harus berwudhu maka tak pantas kami mengeluhkan wudhu dengan air slagi masih ada air berseih…
Jumatan pun selesai ,jamaah yang tidak terlalu banyak tapi mencukupi jumlah syarat dalam shalat jumat mulai bubar meninggalkan masjid kembali pada aktivitasnya , cuaca masih cerah berarti kami bisa langsung melanjutkan ke pendakian setelah melakukan pendaftaran di gerbang . masuk pendakian …” yaahhh gerimiss .. suram semua wajah kami karena cuaca tiba-tiba berubah dengan cepat . padahal baru saja tadi kami mensukuri dengan riang cuaca yang sedang bersahabat . memang jika digunung tropis seperti dinegara kita ini cuaca cangat sulit diprediksi , kadang cerah tiba-tiba langsung turun hujan deras dan kemudian panas kembali dengan teriknya matahari.
Itu yang kadang membuat para pendaki menjadi drop secara mental dan fisik mereka , untungnya kami semua sudah melatih diri dalam keadaan kondisi seperti itu… aman jadinya heehee , Cuma perlu kekompakan saja selanjutnya, jam setengah 2 siang pendakian kami mulai…jalan masih landai untuk dilalui , sedikit hiburan digerbang pendakian beberapa foto bersama kami ambil untuk kenangan…. gerimis masih tetap mengiringi perjalanan awal menuju POS 1 , ternyata kira-kira kami berjalan hampir 1 jam kami tiba di POS 1 ‘ disana masih ada warung ternyata yang sering dijadikan tempat bermalam oleh para pendaki yang naik melewati jalur cemoro sewu ini .. 2 gelas teh panas dipesan , diminum habis bergantian sambil ditemani tempe goreng untuk pengganjal perut sementara karena kami belum makan siang pada hari itu , sengaja memang itu dilakukan agar kami tidak lemas saat awal memulai pendakian dengan perut yang mungkin membuncit kekenyangan. Sudah 20 menit kami beristirahat di POS 1 , berjalan kembali sekitar jam 3 kurang menuju pos 2 jam 16.50 sampai di POS 2 , kembali kami beristirahat dan mulai mengelar makan siang kami yang ketelatan… tidak apa , sudah saya bilang tadi itu sengaja gak makan siang … hmm 2 porsi ransum tersedia , ada isi baso ayam dan ikan tuna tinggal pilih selera andaa… dihangatkan dengan kompor ransum itu sebentar aduk agar bumbunya merata, siap disantap ? belumm… teman-teman harus berkumpul semua agar tak ada yang ketinggalan makan siang . begitulah seharusnya memang saat kondisi situasi seperti itu , menyingkirkan ego untuk kebersamaan sangat penting dalam suatu kelompok , kita semua sama-sama lapar toh ? walaupun setiap orang berbeda dalam santap porsinya , tetap saja harus ada pembagian merata untuk disantap bersama .. Cuma perlu beberapa batang sendok untuk 6 orang dan tak perlu piring , cukup kotak ransum yang jadi piringya agar tidak perlu kami mencuci piring.
Beberapa suap saja rasanya sudah bega… antara kenyang dan kurang cocok dengan lauknya perut harus dipaksakan agar terisi makanan , dikondisi dingin tubuh sangat membutuhkan kandungan lemak dan karbohidrat tinggi agar pembakaran kalori dalam tubuh seimbang dan tidak mengalami dehidrasi , sepertinya 2 kaleng ransum sudah lebih memenuhi porsi kami saat itu , hanya isin dan niam yang berniat menghabisi sisa-sisa nasi hangat dicelah sudut kotak ransum itu.
Selesai habis semua dan makanan dalam perut sudah pada jalur pencernanaannya ,saatnya giliran kami kembali ke jalur pendakian untuk melanjutkan ke POS 3 , dan berharap dapat melanjutkan langsung ke Sendang Drajat .sudah mulai gelap kabut turun dan suhu pegunungan semakin menyiut ke angka 10 derajat celcius , salah satu wajah diantara kami mulai menyuramkan wajahnya nampak ada yang kelelahan dan mengalami gangguan pada pernapasannya .. Rina meminta oksigen yang sengaja kami beli dalam bentuk botol spray , gopur juga demikian mulai luntah lantuh dalam pergerakan kakinya menaiki tiap-tiap pijakan kaki . berhenti dijalur sejenak karena kami tahu sudah mulai memasuki waktu magrib sambil mengisi udara masuk keparu-paru dan memanjatkan doa masing-masing dalam hati agar tidak ada kendala lebih jauh setelah ini . tapi waktu dan alam berkata lain dengan doa kami saat itu , kami hanya mengakhiri hari Jumat itu hanya dampai pos 3 , tiba di pos 3 jam 18.30 sudah semakin tidak karuan kondisi salah satu dari kami karena kelelahan .. udara sudah menipis dan waktu sudah tidak memungkinkan , ketika halnya bertanya ke sesama pendaki yang sedang beristirahat “ kalu mau ke sendang drajat berapa lama lagi mas kira-kira? “
“ sekitar 2 jam lah mas kalau mau bawa keril “
Tercengan kami semua mendengarnya…wajahlesuh tak bersemangat menempel begitu saja pada wajah kami , akhirnya kami memutuskan untuk menggelar tenda di pos 3 , lahan yang tidak terlalu luas untuk menggelar 2 tenda sekaligus memaksa kami hanya untuk menggelar dengan 1 tenda … tenda kami isi 6 orang, bayangkan saja !!
Itu semua karena terpaksa keadaan tapi itu tidak kami anggap sebagai kesengsaraan , melainkan suatu keberuntungan yang tak disengaja , ditenda kami jadi terasa hangatkarena tak ada ruang kosong yang membuat udara masuk ketenda…. jadi hangat walau agak sempit-sempitan . tak leluasa bergerak tapi itulah kami pada saat itu , tetap bersama walau dalam keadaan tengah dalam kondisi terhimpit waktu dan keterbatasan kesanggupan fisik
Malam berlarut angin berhembus disekitar tenda semakin kencang , resletiing tenda mulai kami rapatkan , terdengar sesekali suara binatang malam ikut menina bobokan keletihan kami didalam tenda….sayup-sayup suara pendaki lain terdengar menjelang subuh , mereka yang bergegas hendak langsung memuncaki hargodumilah sejak subuh . agar pendakian mereka terasa ringan , kebanyakan dari mereka sengaja meninggalkan barang-barang di pos terdekat , ahh agak berisik memang saat merekalewat , cukup mengganggu tidur kami yang tengah lelap saat subuh menjelang.

Sabtu pagi 8 juni 2013
Dikoyak dinginnya udara yang masuk kecelah kecil tenda kami , mulai bangun lebih awal gopur menyiapkan kami sarapan dengan menu standar yang sudah kami jadwalkan . Ya, roti panggang itu menu sarapan kami meski ada nasiputih sisa semalam boim memasak ,nasi itu tetap jadi primadona sarapan kami orang-orang indonesia “ gak disebut sarapan kalau ga ada nasi “…gopur mencetus sambil menuangkan susu hangat ke dalam termos , sering sekali gopur berkata seperti itu bila tak ada menu nasi dalam kegiatan besar kami. Packing and Go , setelah sarapan , itu yang kami lakukan untuk terus melanjutkan hingga capai ke tujuan … berjalan 45 menit meniggalkan pos 3 sampailah kami di pos 4 , disana ada gangguan alam berupa tetesan air yang turun dari langit… sebut saja hujan namanya hehehe.. hujan deras cukup membasahi kami yang sudah agak sedikit meninggalkan pos 4 , bergerak kembalui turun saja kami diinstruksikan oleh ijul untuk berteduh dan menggelar flyseat agar tidak kehujanan lebih lama dan melindungi barang bawaan agar tidak basah hingga kedalam-dalamnya , ijul mulai mengeluarkan senjata perlindungan kami saat itu “ am tarik , sin pegangi ujungnya ….pur tarik iket talinya …“ perintahnya ijul kepda niam isin dan gopur . tak ada canda saat itu karena memang kondisi badan semua kedinginan dan sibuk melindungi barang bawaan agar tak lrmbab olrh tetesan yang mengalir disela-sela tenda . tak lama setelah tenda flyseat dipasang , hujan pun reda , ahh sial” kenapa sudah dipasang tapi hujannya baru berhenti … tapi lebih baik memilih begitu dari pada hujannya tidak berhenti sama sekali, mungkin sebagian dari kami berfikiran seperti itu dikepalanya… langsunglah setelah rapih kembali dan tenda kembali dilipat juga sedikit mngabadi gambar sekitar pos 4 tak pakai ba bi bu tati tumelesatlah kami ke pos 5 , sepanjang jarak pos4 ke pos 5 memang tak terlalu jauh apalagi pemandangan sekitarnya jadi dapat membuat kami berlama-lama berjalan hanya untuk sekedar untuk mengabadikan foto dengan latar belakang awan yang mengelilingi bukit. Indah memang bila kita berada dalam situasi view yang seperti itu.
saya berjalan didepan dengan Rina mengikuti dibelakangnya , sedangkan rekan yang lain tertinggal cukup jauh dibelakang , tak mau ketinggalan narsis
saya pun meminta rian untuk mengambilkan gambar potret dengan latar belakang jurang padang rumput , diambilnya gambar dengan sesi sambil mendaki , terlihat pos sendang drajat. ..tempat kami untuk istirahat sejenak , tapi saya dan rina masih menunggu berkumpulnya semua rekan sebelum sampai di pos itu.
Ada sebuah warung di pos sendang drajat … tempatnya nyaman dengan alas jerami kering tempat kami semua para pendaki dapat merebahkan dan bermalam disana , makan hangat pun banyak dan siap tersaji , tinggal pesan saja langsung dibuatkan oleh pemilik warung ,
Lelah merenggangkan otot-otot dengan rebahan di atas jerami…melumuri sendi dengan krim conterpain…memesan makan siang dengan menu nasi pecel ditambah telur, tapi dihidangnkan dulu makanan pembuka buat kami , pisang goreng…sayang pisangnya sudah tidak hangat lagi jadi kurang greget rasanya saat menyantapnya. Siang ke sore mulai berlalu… cuaca di l uar tidak mendukung karena masih saja gerimis .. padahal kami hendak melanjutkan ke puncak .hmm… keputusan bersama pun akhirnya kami ambil . yap ! WE SHOULD STAY HERE FOR TOMORROW !!

Hahh.. memang jadwal kami jadi berantakan sejak itu …karena cuaca yang tidak bisa diprediksi keadaannya , kami putuskan untuk besok subuh memuncaki gunung lawu ,kami pun lantas ngobrol santai sambil bercerita sejarah dan mitos tentang gunung yang sedang kami daki ini , Ijul mulai buka suara tentang pengetahuannya mengenai jalur pendakian kami, memang gunung yang sedang kami daki ini punya banyak mitos dan kegiatan yang menarik mulai dari nama pos jalur dan aktifitas rutin warga yang ada disekitar gunung ini , karena setiap malam suro , Raja dari Solo selalu rutin mengunjungi gunung lawu untuk kepentingan tradisi temurun kerajaan , tak hanya raja solo atau yang biasa dikenal Pakubuwono , raja-raja dari daerah lain sekitar gunung lawu juga banyak yang mengunjungi patilasan disini untuk kepentingan spriritualnya…. ahh sudahlaahh tak usah lebih rinci saya menjelaskan bagaimana proses spritual disini … datang saja kalau kalian penasaran tentang keadaan gunung lawu , okayy !!
Lama beranjak melemparkan waktu ke pertengahan malam sampai akhirnya hanya isin seorang yang akrab dengan malam menemani percakapan ijul sampai tertidurlah kami semua berbalut kantung polar lembut nan hangat tanpa berpelukan.

9 juni 2013
Alarm boim berbunyi pukul 4 pagi , saat itu memang sengaja jam ponsel diatur untuk membangunkan semua dari tidur , tapi ternyata bukan kami saja yang mengatur waktu seperti itu, kebanyakan pendaki yang juga sedang bermalam satu atap bersama kami saat itu juga sengaja mempersiapkan dirinya sejak pagi buta , mereka hendak bangung pagi-pagi agar dapat menyaksikan matahari terbit dari puncak hargodumillah yang gagah dengan tugu barunya. Hargodumillah memang memiliki tugu sekarang dipuncaknya sejak 2011 lalu , dibangun oleh bantuan masyarakat Tim dari Kopassus dan Sponsor dari sebuah merk buku ternama terbangunlah sebuah tugu dipuncaknya dengan bertandakan angka 3265 yang mengartikan sebuah ketinggian gunung lawu dari atas permukaan laut … selesai bercerita tentang tugunya mari lanjut ke cerita kami. Menusuknya udara pagi membuat kami seolah mati terkulai lemas bak dipanah berbisa menancap pada nadi , kantung tidur enggan ditarik karena itu menjadi perisai kami malam itu di ketinggian 3000 an meter , Boim membangunkan yang ada disamnpingnya , ada isin dan gopur yang hanya bergeming sedikit saat di coba dibangunkan , mengesalkan kondisi seperti ini , berpikir siapa yang akan sampai di puncak kalau semua anggota tidak ada yang bangun dan saling membangunkan . akhirnya dengan guncangan yang agak kencang , isin rela juga melepas kantung tidurnya dan bangun terduduk , begitu juga gopur yang dari semalaman perjalanan Cuma dia yang kondisinya paling drop karena kelelahan , bangunnya isin ikut membangunkan yang lainnya yang pada saat itu cukup sulit dibangunkan , rina , niam dan terakhir sang senior kami…ijul yang terakhir bangun. 1 jam sudah berlalu dari acara bangun-membangunkan tadi….menjengkelkan situasi seperti itu bila kita menjadi orang yang bangun pertama kan ? biasakan saja dalam persahabatan ini , kesabaran pasti akan muncul jauh dalam diri…
Berlanjut didalam setengah sadar dalam diri kami , apa yang sudah kami lakukan ?… belum ada…beberapa orang hanya baru selsai mengambil air wudhu di sendang drajat untuk melaksanakan shalat subuh dan yang lain masih terbengong diam berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang masih tertinggal di alam mimpinya…terbangunnya beberapa pendaki dalam gubuk peristirahatan di sendang drjat , ternyata ikut menyemangati kami untuk bergerak cepat , packing dan bersih – bersih mulai dilakukan untuk persiapan berangkat menuju puncak Hargodumillah , tepat pukul setengah 6 , mulailah perjalanan kami menuju puncak , tidak terlalu gelap dan berkabut karena saat itu matahari memang sudah memunculkan energinya..membuka ruas jalur titian kaki kami menjadi lebih terlihat tanpa alat bantu penerangan ,mengantar kearah mana kaki kami harus melangkah , mengitari lembah sekitar pendopo Hargo dalem kami bergerak naik sesampainya di tengah celah lembah antara pertemuan jalur cemoro kandang dan cemoro sewu , tak butuh lama setelah persimpangan itu kami semua sudah tiba di puncak hargo dumillah jam 6 pagi , rina dan boim sampai lebih dulu di puncak untuk melihat keadaan dan mengambil gambar dari sudut atas . Tersisanya yang lain menemani gopur dan menyemangatinya agar bisa sampai ke puncak, gopur yang saat itu memang sedang sedikit mengalami cedera di bagian engkelnya , memang tidak bisa menyamai derap langkah kami semua , jadi kamilah yang menyeimbangkan diri untuk menyamai derap langkahnya agar tak tertinggal jauh “ ahh… indah sejukk, sambil terhela nafas mengembalikan fungsi kadar oksigen dalam tubuh , rina dan boim melongok kebawah mencari rekan lain dari celah rapatnya tanam edelweis yang masih sangat banyak menghiasai jalur pendakian selama menuju ke puncak , belum mekar dan belum dewasa saat itu para edelweis yang mengindahkan pemandangan dengan mutiara cairnya berbentuk embun pagi , ya tumbuhan ini memang jadi primadona bagi para pendaki karena keunikan cara berkembangnnya.
Sudah sampai semua kami di puncak , berbagai pose gambar kami ambil untuk mengabadikan diri , gambar mulai direkam , spanduk mulai di tebar memanjang mengisi tugu puncak , spanduk yang kami bawa sengaja untuk memperjelas tujuan perjalanan kami disana , tertuliskan tentang apa yang akan kami lakukan di kota ini mulai dari study budaya dan perjalanan alam kami lakukan dalam memperingati hari LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA yang jatuh pada 5 juni lalu , agak terlambat memang , tapi tidak ada bagi kami aksi nyata yang seperti itu yang terlambat dari pada hanya sekedar bicara tapi tanpa aksi , iya kan ? iyakan sajalah biar sehat selamat semua …. heehe , tak lupa misi kami kemari untuk sekedar mengkampanyekan tentang cara kita menjaga kebersihan dan keindahan tempat wisata alam dari tangan-tangan jail tak bertanggung jawab , darimasalh penebangan , sampah yang dibuang sembarangan dan coret – coretan di disepanjang jalur dan tiap pos yang sering kami temui selama menuju puncak , bahkan batu-batu besar yang menjadi pijakan kami tak luput dari keisengan anak manusia kurang berilmu dan akal itu , adanya coretan itu membuat lokasi atu rute jadi tidak nyaman dipandang karena sebagian coretan yang ada malah menutupi papan petunjuk untuk para pendaki , bila saja para manusia tak bertanggung jawab itu sadar kebodohan yang mereka lakukan tentu kebodohan mereka tidak akan merugikan pendaki lain yang serta merta ingin melihat keindahan alam gunung lawu .
Mulai kami mengeluarkan sebuah plat stainless yang ditulis dengan menggunakan scotlight warna , tertuliskan “ HARGODUMILLAH AKAN TETAP INDAH TANPA CORETAN ANDA “ dibubuhi kecil dibawahnya nama organisasi kami ,Nasapala menandakan kamilah penanggung jawab dari plat yang kami tempel tersebut sebagai bentuk perhatian agar tak ada lagi tangan kotor dengan senjatanya menyentuh tugu yang nampak sudah di pugar dengan warna cat baru … kami pakunya kencang kencang plat tersebut di tugu menghadap ke sisi utara ,mengabadikan keindahan dan menjaga hargodumillah dari selembar plat . dalam hati kami berucap… semoga yang kami lakukan ini adalah upaya kecil yang berguna besar setidaknya untuk puncak ini

Continuos yahh…

penulis mau ingat-ingat lagi tentang perjalanan indahnya ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s